Proses Pendidikan Konsumen Terhadap Kerupuk Biji Kluwih (Artocarpus camansi) dengan Penambahan Udang Rebon

  • Laili Suhairi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Roba Nurza Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Fadhilah Fadhilah Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Yuli Heirina Hamid Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Yuri Gagarin Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Abdullah Abdullah Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Zulfikar Zulfikar Program Studi Biologi, MIPA Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
Keywords: konsumen, tepung kluwih, kerupuk

Abstract

Biji kluwih dapat diolah menjadi bahan pangan alternatif karena mengandung sumber pati yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tujuan penelitian mengetahui resep standar, karakteristik organoleptik dan penerimaan konsumen terhadap kerupuk biji kluwih dengan penambahan udang rebon. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Penggunaan tepung biji kluwih yaitu 30%, 33% dan 36%. Teknik pengumpulan data yaitu uji pengamatan diuji kepada 4 orang dosen Tata Boga PKK FKIP USK sebagai panelis narasumber dan uji penerimaan dilakukan kepada 30 mahasiswa FKIP USK sebagai panelis konsumen. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian uji organoleptik diketahui resep standar terhadap kerupuk biji kluwih dengan penambahan udang rebon yang disukai panelis narasumber adalah pada perlakuan (KBUR2) menggunakan 60 gram (33%), warna 22,6 tekstur dan rasa memiliki nilai tertinggi yang sama yaitu 22,5, sedangkan untuk aroma yang disukai pada perlakuan (KBUR3) menggunakan 80 gram (33%) tepung biji kluwih mendapat nilai tertinggi 21,8. Selanjutnya untuk uji penerimaan, konsumen lebih menyukai kerupuk biji kluwih dengan penambahan udang rebon pada perlakuan (KBUR2) dengan menggunakan 60 gram (33%) tepung biji kluwih, karena memiliki warna yang agak cerah, aroma yang harum, tekstur yang renyah dan rasa yang gurih dengan nilai tertinggi secara berturut-turut 3,9, 4,16, 4,1 dan 4,3. Ada pengaruh terhadap karakteristik organoleptik dan tingkat kesukaan konsumen pada kerupuk biji kluwih dengan penambahan udang rebon. Dengan demikian H0 ditolak dan Hi diterima.

Downloads

Download data is not yet available.

References

(1) Adinugraha, H. A., & Kartikawati, N. K. (2012). Variasi Morfologi dan Kandungan Gizi Buah Sukun. Wana Benih, 13 (2), 99–106.

(2) Agustikawati, N., Andayani, Y., & Suhendra, D. (2017). Uji Aktivitas Antioksidan dan Penapisan Fitokimia dari Ekstrak Daun Pakoasi dan Kluwih Sebagai Sumber Antioksidan Alami. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 3 (2).

(3) As’ari Nawawi, I. R., & Nursolihat, A. S. (2014). Serbuk Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan Pemanfaatannya sebagai Penambah Aroma pada Makanan. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 11 (1).

(4) Astawan, M. (2008). Khasiat warna-warni makanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

(5) Bergara-Almeida, S., Aparecida, M., & Da Silva, A. P. (2002). Hedonic Scale with Reference: Performance in Obtaining Predictive Models. Food Quality and Preference, 13 (1), 57–64.

(6) Eryuda, F., & Soleha, T. U. (2016). Ekstrak Daun Kluwih (Artocarpus camansi) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Majority, 5 (4), 71–75.

(7) Fadzilla, F. (2018). Pemanfaatan Jantung Pisang dan Kluwih pada Pembuatan Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Ditinjau dari Analisis Proksimat, dan Uji Asam Tiobarbiturat (TBA). Jurnal Teknologi Pangan, 12 (1), 60–66.

(8) Febriyanti, Y., Razak, A. R., & Sumarni, N. K. (2018). Ekstraksi dan Karakterisasi Pektin dari Kulit Buah Kluwih (Artocarpus camansi Blanco). KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 4 (1), 60–73.

(9) Gunawan, I. K. R. A. (2022). Pemanfaatan Biji Kluwih Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Kue Nastar: Utilization of Kluwih Seeds as Basic Ingredients Formaking Nastar Cake. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, 1 (6), 1351–1359.

(10) Haruminori, A., Angelia, N., & Purwaningtyas, A. (2018). Makanan Etnik Melayu: Tempoyak. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 19(2), 125–128.

(11) Januarta, I. P. O., Suriani, N. M., & Damiati, D. (2018). Pengolahan Tepung Biji Keluwih Menjadi Kue Kering. Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9 (2), 120–129.

(12) Kenny Pramudya Hermanto. (2020). Analisis Penerapan Standarisasi Produksi Pangan Olahan yang Baik pada Industri Rumah Tangga Pembuatan Abon Ikan Tuna di Kecamatan Penyileukan Kelurahan Cipadung Kulon Kota Bandung. Jurnal Akuatek, 1 (2), 118–125.

(13) Lubis, N. (2018). Pengabdian Masyarakat Pemanfaatan Daun Sukun (Artocarpus altilis) sebagai Minuman Kesehatan di Kelurahan Tanjung Selamat-Kotamadya Medan. Jasa Padi, 3(1), 18–21.

(14) Marianne, M., Yuandani, Y., & Rosnani, R. (2011). Antidiabetic Activity from Ethanol Extract of Kluwih’s Leaf (Artocarpus camansi). Jurnal Natural, 11(2).

(15) Nurhadi, B., & Nurhasanah, S. (2010). Sifat Fisik Bahan Pangan. Bandung: Widya Padjajaran.

(16) Persagi. (2013). Tabel komposisi pangan Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.

(17) Peryam, D. R., & Pilgrim, F. J. (1957). Hedonic Scale Method of Measuring Food Preferences. Food Technology.

(18) Pitojo, I. S. (2005). Budi Daya Keluwih. Yogyakarta: Kanisius.

(19) Putri, A. A. A. (2015). Kualitas Mie Basah Dengan Substitusi Tepung Biji Kluwih (Artocarpus communis G. Forst). Doctoral Disertasi. UAJY.

(20) Rahayu, W. P. (2001). Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pangan. IPB. Bogor.

(21) Rahman, S. (2018). Teknologi Pengolahan Tepung dan Pati Biji-Bijian Berbasis Tanaman Kayu. Yogyakarta: Deepublish.

(22) Rahmawati, A. S., & Erina, R. (2020). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Uji Anova Dua Jalur. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 4 (1), 54–62.

(23) Salsabila, K., Ansori, M., & Paramita, O. (2019). Eksperimen Pembuatan Cupcake Free Gluten Berbahan Dasar Tepung Biji Kluwih dengan Campuran Tepung Beras. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 7(1), 31–38.

(24) Setiyorini, E. I. (2013). Pengaruh Penambahan Udang Rebon dan Jamur Tiram Terhadap Hasil Jadi Kerupuk Udang Rebon. Jurnal Tata Boga, 2(1).

(25) Setyaningsih, D., Apriyantono, A., & Sari, M. P. (2014). Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Argo. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

(26) Sufiat, S., Moulana, R., Hamid, Y. H., Suhairi, L., & Faudhiah, N. (2017). Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Mie Instan Kari Aceh. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 5(2), 18–23.

(27) Sunarjono, H. (2006). Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Bandung: Niaga Swadaya.

(28) Sutrisno, K. (2009). Pengolahan Aneka Kerupuk Kulit. Jurusan Teknologi Pengolahan Bahan Pangan dan Gizi, IPB. Bogor.

(29) Syarif, W., Holinesti, R., Faridah, A., & Fridayati, L. (2017). Analisis Kualitas Sala Udang Rebon. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 21(1), 45–51.

(30) Wijoyo, H., & Haudi, H. (2021). Penyuluhan Teknik Pemasaran Kerupuk Rasa Jengkol “Dong Dong Snack” Pekanbaru. Prosiding SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 643–650.

(31) Yasin, N. (2018). Pengaruh Penambahan Tepung Pisang pada Pembuatan Kerupuk. Gorontalo Agriculture Technology Journal, 1(1), 49–58.
Published
2022-12-31
How to Cite
Suhairi, L., Nurza, R., Fadhilah, F., Hamid, Y. H., Gagarin, Y., Abdullah, A., & Zulfikar, Z. (2022). Proses Pendidikan Konsumen Terhadap Kerupuk Biji Kluwih (Artocarpus camansi) dengan Penambahan Udang Rebon. JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN, 4(3), 69-79. https://doi.org/10.31970/pendidikan.v4i3.479